🎰 Khotbah Dipanggil Untuk Melayani
Terintegrasinyasemua elemen ini akan menempatkan gereja sebagai sebuah persekutuan yang melayani dan bersaksi bukan hanya bagi dirinya sendiri tetapi bagi Kristus. Untuk itu diperlukan 3 hal utama yakni: Brave = keberanian untuk menyatakan Injil Brain = kemauan untuk terus menerus belajar tentang Firman
Karenaitu, untuk mengenal isi hati Tuhan, kita harus berelasi dekat denganNya. Jangan terlalu percaya diri bahwa apapun yang kita lakukan adalah hal yang Tuhan mau. Sebagai contoh, banyak orang bekerja keras untuk memenuhi gereja, padalah perintah Tuhan adalah 'jadikan semua bangsa muridKu' dan bukan sekedar 'penuhilah gerejaKu'.
KhotbahGMIM - Minggu, 7 AGustus 2022 - Berjalan adalah contoh penyerahan diri pada kehendak Allah yang sama berkenannya seperti bekerja untuk-Nya ketika kita dipanggil untuk itu. 2. Apabila awan itu naik, mereka berangkat, tidak peduli senyaman apa mereka berkemah (ay. 17). MTPJ 23 - 29 Januari 2022 - Komitmen Dan Konsistensi Melayani
3Kita dipanggil untuk melayani Allah. Sering kita berpikir bahwa hanya sebagaian orang saja yang dipanggil untuk melayani yaitu para pendeta, staf lembaga pelayanan, pekerja gereja full-timer dsb. Alkitab berkata bahwa Allah sendiri-lah yang memanggil kita untuk melayani (1 Kor 1:2,9; 1 Pet 2:9; 2 Pet 1:3). Panggilan kita untuk keselamatan
Kitadipanggil Tuhan untuk berkarya bersama dengan yang lain. Ibu Teresa pernah mengatakan, "Anda bisa melakukan apa yang tidak bisa saya lakukan. Saya bisa melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan. Bersama-sama kita bisa melakukan hal-hal yang besar."
DIPANGGILUNTUK MELAYANI Yoh. 13:1-20 Ketika seseorang/kita membaca kisah Yesus membasuh kaki para murid-Nya, maka kita akan sepakat bahwa kisah ini merupakan suatu kisah yang memuat ajaran tentang kerendahan hati seorang pemimpin besar seperti Yesus. Orang yang membaca cerita ini bisa membayangkan skenario yang terjadi pada saat itu.
Kitamelayani bukan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi karena ingin memberikan sesuatu. Kita melayani karena menyadari betapa dalamnya, besarnya, dan luasnya kasih Tuhan dalam hidup kita. Sebagai ucapan syukur, kita bisa berbagi dengan orang lain melalui pelayanan kita. Ambillah langkah untuk mulai melayani hari ini.
Tuhanmemanggil kita bukan hanya untuk diselamatkan, namun juga berada dalam sebuah relasi kasih. Tuhan mengasihi kita, dan kita dipanggil untuk mengasihi Tuhan dan saling mengasihi. Karena itu seorang murid Kristus akan mempunyai ciri khas yaitu dia akan terus belajar untuk mengenal Kristus dan menghidupi setiap Firman yang diajarkan oleh Kristus.
Yesusberkuasa atas segala sesuatu, namun Dia menggunakan kuasa-Nya itu untuk melayani orang lain. Dia yang dipanggil "Tuhan" oleh para rasul di ruang atas, sesungguhnya adalah satu-satunya Pribadi yang memiliki hati seorang hamba ( Yohanes 13:2-17 ).
dH7wy. Hits 1257Tema renungan kita hari ini adalah “Dipanggil Untuk Melayani “. Dalam beberapa minggu ini kita telah merenungkan kebenaran tentang pelayanan “Diciptakan untuk melayani”, “Diselamatkan untuk melayani” dan “Dipanggil untuk melayani”. Kita telah melihat penciptaan Adam; Paulus, Petrus dan yang lainnya diselamatkan oleh kasih karunia. Hari ini kita akan merenungkan bahwa kita bukan hanya diciptakan, diselamatkan, tapi kita juga sekelompok orang yang dipanggil. Sejak Adam jatuh ke dalam dosa, manusia tidak dapat melepaskan diri dari belenggu dan kuasa dosa serta semakin jauh dari Tuhan. Tapi kasih Tuhan kepada manusia tidak pernah berubah, sehingga dengan segala cara supaya manusia bisa kembali ke dalam pelukanNya. Bangsa Israel melalaikan kewajibannya Dalam zaman Perjanjian Lama, Allah menampakkan diri kepada Abraham dan memanggilnya dari di Ur-Kasdim, kota berhala serta memerintahkan dia pergi dari negerinya, sanak saudaranya, dan dari rumah bapanya, ke negeri yang akan Dia tunjukkan kepadanya; sekaligus berjanji akan memberkati dia berlimpah-limpah, membuat dia menjadi bangsa yang besar, dan oleh dia semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Lebih lanjut karena Abraham dipanggil, oleh dia segala bangsa akan beroleh berkat, dan oleh keturunannyalah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat Kej. 2217-18. Itu berarti mereka harus menjadi saksi bagi Tuhan dan dapat mengenal TUHAN Allah. Sayangnya, bangsa Israel bukan hanya tidak menyelesaikan tugas ini, sebaliknya merasa dirinya adalah umat pilihan Allah, dan menganggap bangsa-bangsa lain adalah bangsa kafir yang najis bahkan orang berdosa yang tidak sepadan dengan anjing. Keselamatan di dalam Yesus Kristus Puji syukur kepada Tuhan! Ia tidak menyerah karena bangsa Israel mengabaikan kewajibannya, dan mengutus Yesus Kristus datang untuk menggenapi karya besar penebusan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia Yoh. 316, dan di dalam Perjanjian Baru memanggil kita menjadi anak-anak Allah dan umat pilihan baru. Karena kita adalah umat pilihan maka ada misi yang harus kita tunaikan, seperti yang dikatakan 1Ptr. 29 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”. Juga Amanat agung yang kita semua sangat familiar Mat. 2819-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Apa akibat jika kita tidak menggenapi misi? Orang-orang percaya sering berpikir saya tidak melayani seharusnya tidak ada masalah, terutama hanya saya seorang. Masih ingatkah tema renungan kita dua minggu yang lalu? Hubungan anggota tubuh dan tubuh, karena salah satu anggota tubuh tidak menjalankan fungsinya akan mempengaruhi seluruh aktivitas tubuh. Jika dalam sebuah keluarga ada anggota yang tidak bisa melakukan apa-apa, apakah keluarga ini bisa bahagia dan tenang karena dia? Bahkan dari pengalaman sejarah Israel kita telah melihat yang lebih menyedihkan dan mengerikan. Karena melalaikan kewajiban mereka, menolak nasehat dan peringatan dari para nabi yang dibangkitkan oleh Allah, akhirnya mereka menanggung bencana yang belum pernah dialami oleh bangsa-bangsa lain, berulang kali menjadi negeri jajahan. Perjanjian Lama dan setelah tujuh puluh tahun bencana besar sesudah Masehi, negaranya musnah seribu tahun lebih, dimana-mana mereka mau dibunuh dan ditumpas habis, ini adalah konsekuensi dari melalaikan tugas. Setelah Pentakosta Jemaat Yerusalem didirikan dan mengalami kebangunan besar, tapi tanpa sengaja orang-orang percaya lupa akan misinya, maka Allah mengizinkan penganiayaan hebat Stefanus dan Yakobus dibunuh, orang-orang percaya ditangkap dan dipenjarakan, karena itu terseraklah mereka dan pergi keluar sambil memberitakan Injil. Apakah kita ingin menunggu sampai penganiayaan datang baru mau keluar menunaikan misi kita “memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”? Mat. 2819-20; Mrk. 1615-20; Luk. 2446-48; Kis. 18
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Menjadi yang terbesar adalah pilihan sebagian besar manusia. Ego sering membuat kita lebih suka dilayani, ketimbang merendahkan diri dan melayani. Pemimpin sesungguhnya adalah pelayaan. Seorang pemimpin yang mengedepankan ego akan disegani karena cendrung bertindak otoriter. Seorang pemimpin berkarakter pelayan dihargai dan diteladani karena keiklasannya untuk melayani. John Florio mengatakan; "Siapa yang tidak melayani, ia tidak boleh memerintah". Hidup yang bermakna adalah hidup yang melayani bukan dilayani. Hari ini Yesus mengatakan; "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu hendaknya ia menjadi yang terakhir dan menjadi pelayan dari semua."Yesus mau menyadarkan para murid dan kita semua bahwa; menjadi yang terdepan, menjadi terbesar, yang terhormat, tidak selamanya ditentukan oleh semakin banyaknya penghormatan yang diterima, tetapi juga oleh kesediaan dan kerelaan untuk memberikan pelayanan bagi sesama. Seseorang dikatakan besar, bukan karena dilayani tetapi terletak pada kerelaan hatinya untuk melayani bertanya kepada para muridnya; apa yang kamu perbincangkan di tengah jalan? Pertanyaan Yesus ini sesungguhnya mau menyadarkan para murid karena Yesus tahu bahwa para murid sibuk, memikirkan siapa yang terbesar, siapa yang paling terhormat, siapa yang harus menjadi orang nomor satu, tanpa peduli dengan Yesus yang sedang berjalan menuntaskan cinta-Nya bagi manusia yakni korban mengatakan; "Anak manusia akan diserahakan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, tetapi tiga hari setelah dibunuh Ia akan bangkit." Kata-kata Yesus sebenarnya mau membuka pkiran para murid banhwa; menjadi yang terbesar tidak dimaksudkan untuk mereka yang pendapatkan posisi penting, kedudukan terhormat tetapi justru sebaliknya untuk menjadi yang terbesar adalah harus rela berkorban demi keselamatan banyak orang. murid harus merelakan dirinya untuk menjadi pelayan banyak orang. Kita sering terkecoh dengan pilihan yang salah. Kita berusaha, untuk menjadi yang terbesar, tetapi kita tidak rela turun turun ke bawah untuk melayani. Kita mengincar posisi penting tetapi lebih mementingkan diri sendiri atau kelompok tertentu, ketimbang kepentingan banyak orang. Surat Yakobus dalam bacaan kedua mengatakan; "dimana ada iri hati dan mementingkan diri, di situ ada kekacauan dan segala perbuatan jahat".Kita sibuk dengan urusan posisi dan kedudukan, kita sibuk dengan urusan duniawi tanpa kita sadari bahwa ternyata Yesus sedang berjalan bersama kita, Yesus sedang berbicara dengan kita melayani seperti anak kecil, yang hanya bisa siap melayani. Kita belajar untuk melayani, meski terkadang kita ditolak. Kata orang bijak, "Kita tersenyum ketika pelayaan kita diterima itu biasa, tetapi kita kita tersenyum saat pelayaan kita tidak di hargai, itu yang luar biasa. Semoga kita mampu menjadi pelayan yang Lihat Sosbud Selengkapnya
Panggilan untuk melayani Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema panggilan untuk melayani Tuhan diambil dari Yesaya 61-8; Roma 117. Nabi Yesaya dalam pimpinan, tuntunan, arahan, bimbingan dan ilham Roh Kudus, menulis "Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku "Ini aku, utuslah aku!" Yesaya 68 Ayat tsb diatas banyak dipakai untuk mendorong agar jemaat ikut melayani Tuhan atau mengambil keputusan untuk menjadi hamba Tuhan full time. Tetapi tahukah kita bahwa ada banyak hal yang harus kita perhitungkan dan persiapkan, sebelum kita melayankan panggilan yang amat mulia itu? Sebab jikalau tidak maka panggilan tsb tidak direspon dengan baik atau orang yang merespon tidak memiliki kualitas iman dan kecakapan yang baik bandingkan dgn kualitas penggembalaan yang di standartkan oleh Allah dalam Mazmur 7872. Ternyata tulus saja tidak cukup, harus cakap! Mau dan mampu itu harus berjalan seiring dan beriring bersama. Pelayanan itu bukan sebuah pilihan pekerjaan ataupun penambahan aktifitas. Pelayanan lebih dari itu. Pelayanan itu panggilan Tuhan untuk pertama tama mendewasakan iman kita yang dapat menuntun orang lain kepada iman. Jadi pelayanan itu lahir dari iman dan memimpin kepada iman. Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat Roma mengatakan "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis "Orang benar akan hidup oleh iman." Roma 117. Pertanyaannya sekarang iman yang bagaimana? Ada 4 tahapan iman yang harus kita mengerti agar pelayanan kita benar benar bertolak dari iman dan memimpin kepada iman. Satu Gratia Iman yang menyadari dan mengakui bahwa semua yang saya terima ini termasuk dan terkhusus keselamatan adalah oleh karena kasih karunia atau anugerah Allah. Dua Noticia Oleh karena merasakan begitu besar anugerah Tuhan, maka saya tidak mau hidup biasa biasa saja. Saya mau belajar lebih dalam lagi tentang anugerah Allah dan iman. Saya menempatkan iman saya pada sesuatu, atau lebih tepatnya, seseorang. Untuk percaya, saya harus tahu sesuatu tentang seseorang itu, yang adalah Tuhan Yesus Kristus. Tiga Assensia Saya sampai pada kesepakatan atau pengakuan iman bahwa isi dari iman saya adalah benar. Iman yang berdasarkan pada Firman yang benar. Empat Experencia Pada tahap ini, saya benar-benar mengalami Tuhan dan Firman. Saya melihat kebenaran konvensi iman dan Firman itu nyata dalam hidup saya, sehingga saya punya dorongan yang sangat kuat panggilan untuk mewartakan kebenaran iman. Sebab orang benar akan hidup oleh iman. Nah...jika panggilan pelayanan dan kelas pemuridan dikerjakan dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan orang-orang yang betul-betul dipersiapkan menjadi pelayan Tuhan yang berkualitas. Baik untuk pelayanan di dalam Gereja maupun pelayanan di luar Gereja. Gereja menjadi partner TUHAN untuk memanggil dan melatih baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Efesus 411-12. Wow... itulah pekerjaan kita yang sesungguhnya yang bertolak dari iman dan yang memimpin kepada iman.
khotbah dipanggil untuk melayani